Mei ini benar-benar bulan yang sulit. Ada UAS, tugas, Gawe, latihan pula.
Akhir-akhir ini lagi ga enak badan, lemes bawaannya. Ditambah lagi tugas yang harus dikerjain semalam karena besok hari dikumpulin. Itu memang salahnya. Seharusnya tugas nya dicicil. Tapi kalo udah malas mau gimana lagi?
Sebenarnya udah banyak banget 'tekanan' dalam diri ini. Udah sakit, harus ngerjain tugas yang seabruk, terus ada uas lagi. Pengen nyerah kaya "udahlah tugas seadanya, ga ngerjain juga bisa sebenarnya. Dosen ga akan ngejar ngejar kaya guru! Sedangkan UASn ngerjain seadanya atau seingetnya juga jadi. Sekarang mending tidur"
Mikirnya sih gitu, tapi di awal gua udah bikin komitmen sama diri sendiri. Gua bikin target dan sebisa mungkin target itu tercapai. Gua harus rajin kuliah, IP minimal 3.14. Lebih besar dari semester kemarin. Untung gua ada komitmen ini, jadi dikala udah males dan pengen seadanya kadang komitmen itu bikin kuat. Gua sendiri kan gak mau kualitas pendidikan gua jatuh atau 'bernilai kecil'.
Disisi lain dari tugas dan sakit, ada sampingan juga nih, setelah gajadinya waktu kemarin-kemarin kerja di bar, padahal udah interview. Job ini sebenernya ditawarin sama temen kelas, namanya Ilham. Gua jadi surveyor. Ya, first time. Tapi setelah kemarin hari (26 Mei) di training, keliatannya sih gampang, cuman cari rumah dan minta waktu buat wawancara, tapi yang sulit adalah pertanggung jawabannya.
Ada lagi, selain sakit, uas, tugas, dan job dibagian hobi ada marching band. Dari rencana awal latihan memang pengennya gua nerusin di percussion. Dan untung ditawarin sama wakil komandan, dia ngajak gua buat main ke snare lagi. tapi, ada beberapa hal yang kaitannya dengan sdm, mengharuskan gua balik dulu ke section brass hingga tangal 27 september. Ya, cukup lama, dan semoga bisa balik main ke snare lagi. Ini doa gua.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Senin, 26 Mei 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
They are healing my soul
A couple week ago, I had a bad feeling, bad mood, and I don't have spirit for my body. I guess my life going to suck, and never going better. Nobody can understand me.
But, everything is flowing so easily after 'the angels' come.
I have a friend. They're my high school friend. One day, my head just like dynamite which will blowing up. I had a bad stress. And I do not know what should I do. There's many people around me, but it look like stranger for me, because my body and my soul ignoring them. Completely. I don't know to whom I have to share my problem, because it hard to tell with a word. But I think, if I just sit and let the stress still in my head, I will become a mad guy. Imagine!
But, my friend come who will understanding me. And I can't hold my emotion, so I share to her and him. They're very helpful. I just can give a little thanks, for the advice, the way healing my soul with accompany my loneliness and everything. So thank you so much to you. F and L!
Powered by Telkomsel BlackBerry®
But, everything is flowing so easily after 'the angels' come.
I have a friend. They're my high school friend. One day, my head just like dynamite which will blowing up. I had a bad stress. And I do not know what should I do. There's many people around me, but it look like stranger for me, because my body and my soul ignoring them. Completely. I don't know to whom I have to share my problem, because it hard to tell with a word. But I think, if I just sit and let the stress still in my head, I will become a mad guy. Imagine!
But, my friend come who will understanding me. And I can't hold my emotion, so I share to her and him. They're very helpful. I just can give a little thanks, for the advice, the way healing my soul with accompany my loneliness and everything. So thank you so much to you. F and L!
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kamis, 01 Mei 2014
Kemarin jam segini tuh..
Satu hal yang ga bisa dilupain karena ini hal yang konyol dan bego yang pernah dilakukan.
Kemarin tuh pertama kalinya mencoba interview kerja dan masuk masa training langsung. Apa yang terjadi? Hari pertama training saat itu cafe cukup rame tapi kenapa ga ada yang dateng ke stand buat mesen shisha. Jadi gua ngelamar buat waiter sekaligus koki pembuat shisha ceritanya.
Jam kerja cukup hemat cuman 5 jam, tapi yang ga normal adalah waktu kerjanya, jam 7 sampe 12 malem. Kuat? Iya kuat, tapi gatau untuk kedepannya.
Kerjaan ini gua ambil tanpa seizin orang rumah, gua baru izin saat udah ada panggilan interview, itu juga cuma ngasih tau, bukan minta izin ke orang rumah. Jadi gua cukup bermasalah dengan job ini.
Nah, saat itu, sekitar jam 11 gua lagi diem depan stan sambil dengerin orang mabok nyanyi di kafe itu. Suaranya emang ga bagus, tapi ya cukup menghibur lah karena lagi kegalauan juga. Saat itu, gua lagi bbman sama kaka. Intinya gua lagi "ngadu" unek unek yang gua rasain selama ini berada dirumah, sekaligus menyelesaikan masalah pengambilan job malam ini.
so, kemarin jam segini gua lagi ga kuat kuat nya buat nahan air mata, dan sambil kerja, yang jadi makin ga fokus hari pertama kerja itu.
Apa yang terjadi selanjutnya, sekitar jam 12an gua beresin stan, karena mau tutup. Setelah semua beres, gua langsung balik. Diperjalanan mulailah, yang tadinya gua nahan tangis, keluar juga akhirnya. Apa yang terjadi, gua ga bisa ceritain sepenuhnya disini, ini cukup internal.
Besok pagi, gua sudah cukup rileks, dan sedikit konsul keteman SMA lewat bbm. Intinya dia nyaranin untuk fokus sama hati, jangan ikutin emosi terus. Ini cukup membantu.
Dan keputusan apa yang gua ambil? Gua berhenti kerja di pagi itu dengan mengirim surat singkat ke orang yang kemarin interview gua. Gua cukup beruntung karena mereka baik dan bisa mengerti keadaan gua. So, gua cuma kerja dalam 1 hari. Dan itu pengalaman yang benar benar buruk.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kemarin tuh pertama kalinya mencoba interview kerja dan masuk masa training langsung. Apa yang terjadi? Hari pertama training saat itu cafe cukup rame tapi kenapa ga ada yang dateng ke stand buat mesen shisha. Jadi gua ngelamar buat waiter sekaligus koki pembuat shisha ceritanya.
Jam kerja cukup hemat cuman 5 jam, tapi yang ga normal adalah waktu kerjanya, jam 7 sampe 12 malem. Kuat? Iya kuat, tapi gatau untuk kedepannya.
Kerjaan ini gua ambil tanpa seizin orang rumah, gua baru izin saat udah ada panggilan interview, itu juga cuma ngasih tau, bukan minta izin ke orang rumah. Jadi gua cukup bermasalah dengan job ini.
Nah, saat itu, sekitar jam 11 gua lagi diem depan stan sambil dengerin orang mabok nyanyi di kafe itu. Suaranya emang ga bagus, tapi ya cukup menghibur lah karena lagi kegalauan juga. Saat itu, gua lagi bbman sama kaka. Intinya gua lagi "ngadu" unek unek yang gua rasain selama ini berada dirumah, sekaligus menyelesaikan masalah pengambilan job malam ini.
so, kemarin jam segini gua lagi ga kuat kuat nya buat nahan air mata, dan sambil kerja, yang jadi makin ga fokus hari pertama kerja itu.
Apa yang terjadi selanjutnya, sekitar jam 12an gua beresin stan, karena mau tutup. Setelah semua beres, gua langsung balik. Diperjalanan mulailah, yang tadinya gua nahan tangis, keluar juga akhirnya. Apa yang terjadi, gua ga bisa ceritain sepenuhnya disini, ini cukup internal.
Besok pagi, gua sudah cukup rileks, dan sedikit konsul keteman SMA lewat bbm. Intinya dia nyaranin untuk fokus sama hati, jangan ikutin emosi terus. Ini cukup membantu.
Dan keputusan apa yang gua ambil? Gua berhenti kerja di pagi itu dengan mengirim surat singkat ke orang yang kemarin interview gua. Gua cukup beruntung karena mereka baik dan bisa mengerti keadaan gua. So, gua cuma kerja dalam 1 hari. Dan itu pengalaman yang benar benar buruk.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Langganan:
Postingan (Atom)



/> " />" />"/>
