hari terakhir di pesantren bagi gue adalah surga, tapi evaluasi terakhir bagi gue adalah neraka. but, semua nya malah kebalik. kenpa?
jadi gini, malam evaluasi terakhir semua siswa disuruh ngeluarin unek-unek nya selama di pesantren ini. semua nya ngomong blak-blakan. kenapa? karena itu yang di inginkan oleh guru, ngomong sejujurnya.
hal utama yang sangat patut di kasihani adalah hampir semua anak cowo maju kedepan dan bilang bahwa mereka semua gak suka dengan tingkah, mimik wajah seorang guru wanita pengajar kimia. ya gue sendiri ga terlalu sebel sama dia karena beliau sudah 1 tahun bersama saya sebelumnya, jadi gue tahu apa yang harus gue lakuin terhadapnya. tapi menurut gue, guru tersebut harus di mengerti oleh semua siswa dianya sendiri belum pernah mau ngertiin siswa nya. intinya dia sangat bercita-cita terlalu tinggi apa yang diinginkan terhadap murid yang ia ajarkan, tapi itu semua kurang mungkin bila kita harus masuk kriteria yang ibu minta, apa mungkin terlalu berat ya?
kemudian setalah hampir semua siswa maju kedepan, bahasan selanjutnya adalah guru kima berbicara. gue sendiri ga kebayang bagaimana rasanya sejumlah orang banyak maju kedepan dan bilang bahwa saya tidak suka dengan cara anda bertindak di depan banyak orang, dan itu semua terjadi pada guru kimia saya. apalagi dia seorang perempuan. pertama nya dia mengucapkan termikasih atas kritikan dari semua murid yang kurang suka terhadapnya, dan bla..bla..bla.. setelah ngomong panjang lebar gue sedikit tersentuh dan inginnya nangis tapi tahan aja karena ga ada yang nangis kecuali guru kimia tersebut. kasihan iya, gie ga bisa ceritain semua nya karena mungkin bisa di bilang aib.
dan setalah itu, gue belum maju kedepan dan ngeuarin unek-unek nya, gue sendiri bingung mesti ngomong apa. karena selama gue di pesantren gue hanya bisa pasrah dan menjalani dengan hati terpaksa seluruh kegiatannya. gue hanya bercerita kalo gue engga betah di pesantren itu, gue keberatan dengan aturan yang ada, dan gue jujur kalo gue selalu menghitung hari untuk kepulangan saya dari pesantren ini, dan gue sedikit berorasi kepada seluruh siswa bahwa kita harus selalu kompak. dan setelah itu beres deh gue bicara.
setelah berkahir hampir semua nya menangis dan bermaaf-maafan. selesai sudah evaluasi, sangat berbanding terbalik dengan yang gue bayangkan. awalnya gue bayangin di evaluasi ini kita akan di beri hukuman terkahir dan ternyata tidak. DAN, hari terakhir yang gue bilang surga, ternyata adalah neraka. kita semua sebelum pulang di suruh bersihin semua are pesantren.
dan kini saya sudah berada di Bandung dengan hati yang sangat lega, dan bisa memfokuskan kembali pikiran saya untuk kegiatan di bandung. thanks Allah!
Minggu, 21 Agustus 2011
go boarding school part 3
rasanya itu selalu ingin cepat pulang. pasti ngitung waktu ke depan lagi, berapa hari berapa jam berapa menit berapa detik lagi waktu yang di butuhkan untuk saya dapat pergi dari lingkungan sekolah pesantren ini.
rutinitas jadwal kegiatan nya memang buat bosen itu lagi-itu lagi. ga kebayang aja yang 3 tahun di pesantren itu, gue aja yang 10 hari ga kelar-kelar. ngelanjutin yang part 2, bahwa ada jadwal kegiatan setiap malam akhir sebelum tidur adalah evaluasi. evaluasi ini berisikan komentar para guru untuk mengkritik kegiatan seluruh siswa dalam 1 hari. dan keluhan umum adalah ketelatan. telat mungkin udah jadi makanan pokok istilahnya. pasti ada aja yang telat. dan ujung ujung nya kita di suruh bersihin aula lah, operasi semut, sikat wc dan masih banyak lagi hukuman yang tiap hari nya kita jalanin. tapi menurut gue disitulah kebersamaan kami terjalin. ga hanya kebersamaan tapi juga kekeluargaan, kekompakan bahkan ini lah hal yang bisa di buat bekal cerita sehabis pulang dari pesantren. kesal iya, menurut gue sendiri ini semua bukan udah jadi hukuman tapi udah jadi jadwal kegiatan tambahan di pagi hari. oke ga apa-apa, tapi anehnya selalu di ungkit kesalahan oleh setiap gurunya. sampai pada puncak kekesalan guru, di buat lah peraturan baru yaitu "BILA ADA ANG MELANGGAR, 1 SEKOLAH DI HUKUM". menurut gue sendiri semua siswa dari istiqomah kurang bisa terima peraturan baru nya. kenapa? karena guru nya juga kurang bisa toleransi kalo telat sedikit aja udah di anggap sangat fatal tidak bisa di maklum. oke, ga apa-apa ini adalah sebuah tantangan bagi semua siswa untuk saling mengingatkan teman-teman nya. tapi apa yang terjadi?
teman gue, bikin rencana buruk yang ga bisa di terima oleh para kaum hawa. apa rencananya? "mulai hari esok kita gak usah lagi tepat waktu, melainkan kita telat saja". para cewe ga terima dan langsung nolak dengan keras hingga akhirnya kita semua di perkumpulakan di malam hari di aula. disini kita semua sidang untuk memecahkan rencana buruk yang di buat oleh teman kita. sebelumnya untuk para cowo mungkin bisa mengikuti karena 1 hari sebelum rencana tersebut muncul kita sudah melakukannya duluan yaitu telat bersama dan akhirnya di hukum lagi.
next, dalam sidang ada yang nangis, ada yang gak tau apa-apa, ada yang marah, kesal banyaklah. tapi disini muncullah kedewasaan dari setiap siswa. mereka berbicara jujur dan seadanya. tapi sayangnya di situ gue ga ngomong apa-apa karena gue ketinggalan informasi dan ga tau hal awalnya kaya apa. jadi gue cuman bosa meng-iya kan semua fakta. setelah semua nya ngomong dan guru pun ikut campur berakhirnya sidang tersebut di akhiri oleh wanita baik guru kimia bahwa kita semua boleh kompak tapi pada hal yang positif. setelah itu kita bermaafan dan pergi tidur. well itu udah pertengahan hari. tapi tetep harus ngitung waktu berapa lama lagi saya berada di kawasan pesantren ini..
rutinitas jadwal kegiatan nya memang buat bosen itu lagi-itu lagi. ga kebayang aja yang 3 tahun di pesantren itu, gue aja yang 10 hari ga kelar-kelar. ngelanjutin yang part 2, bahwa ada jadwal kegiatan setiap malam akhir sebelum tidur adalah evaluasi. evaluasi ini berisikan komentar para guru untuk mengkritik kegiatan seluruh siswa dalam 1 hari. dan keluhan umum adalah ketelatan. telat mungkin udah jadi makanan pokok istilahnya. pasti ada aja yang telat. dan ujung ujung nya kita di suruh bersihin aula lah, operasi semut, sikat wc dan masih banyak lagi hukuman yang tiap hari nya kita jalanin. tapi menurut gue disitulah kebersamaan kami terjalin. ga hanya kebersamaan tapi juga kekeluargaan, kekompakan bahkan ini lah hal yang bisa di buat bekal cerita sehabis pulang dari pesantren. kesal iya, menurut gue sendiri ini semua bukan udah jadi hukuman tapi udah jadi jadwal kegiatan tambahan di pagi hari. oke ga apa-apa, tapi anehnya selalu di ungkit kesalahan oleh setiap gurunya. sampai pada puncak kekesalan guru, di buat lah peraturan baru yaitu "BILA ADA ANG MELANGGAR, 1 SEKOLAH DI HUKUM". menurut gue sendiri semua siswa dari istiqomah kurang bisa terima peraturan baru nya. kenapa? karena guru nya juga kurang bisa toleransi kalo telat sedikit aja udah di anggap sangat fatal tidak bisa di maklum. oke, ga apa-apa ini adalah sebuah tantangan bagi semua siswa untuk saling mengingatkan teman-teman nya. tapi apa yang terjadi?
teman gue, bikin rencana buruk yang ga bisa di terima oleh para kaum hawa. apa rencananya? "mulai hari esok kita gak usah lagi tepat waktu, melainkan kita telat saja". para cewe ga terima dan langsung nolak dengan keras hingga akhirnya kita semua di perkumpulakan di malam hari di aula. disini kita semua sidang untuk memecahkan rencana buruk yang di buat oleh teman kita. sebelumnya untuk para cowo mungkin bisa mengikuti karena 1 hari sebelum rencana tersebut muncul kita sudah melakukannya duluan yaitu telat bersama dan akhirnya di hukum lagi.
next, dalam sidang ada yang nangis, ada yang gak tau apa-apa, ada yang marah, kesal banyaklah. tapi disini muncullah kedewasaan dari setiap siswa. mereka berbicara jujur dan seadanya. tapi sayangnya di situ gue ga ngomong apa-apa karena gue ketinggalan informasi dan ga tau hal awalnya kaya apa. jadi gue cuman bosa meng-iya kan semua fakta. setelah semua nya ngomong dan guru pun ikut campur berakhirnya sidang tersebut di akhiri oleh wanita baik guru kimia bahwa kita semua boleh kompak tapi pada hal yang positif. setelah itu kita bermaafan dan pergi tidur. well itu udah pertengahan hari. tapi tetep harus ngitung waktu berapa lama lagi saya berada di kawasan pesantren ini..
Jumat, 19 Agustus 2011
go boarding school part2
hari kedua dimulai dengan sahur bersama. ini dia bagian penyiksaan. setiap sahur pasti aja gue pake jaket parasut dan memakai seleepingbag sebagian buat nahan dingin. makan pun kurang enak karena tangan menggil, bukan tangan aja sih tapi semua tubuh gue. makan pun seadanya dan se-dikasihnya untung nya ga pernah di kasih udang.
then setelah sahur selasai gue ga bisa tidur, bisa pun paling curi-curi, ya sekitar 10 atau 15 menit untuk tidur. setelah itu langsung bergegas ke mesjid buat solat subuh. dan dari perjalanan mau wudu sampe ke mesjid ga ada hentinya badan gue menggigil kedinginan. setelah itu, dilanjut dengan mendengarkan kultum. lalu tadarus di aula, ini dia tantangn baru lagi. tadarusan nya di pimpin sama salah satu ustad yang paling muda (kata gue) ngajinya cepet banget, gue sendiri ga bisa ngejar. jadi ujung ujung nya gue ngaji sendiri.
setelah ngaji gue masih harus nahan kantuk. karena acara selanjutnya adalah perenggangan semacam olahraga. dan perenggangan ini berakhir sekitar jam 6an, dan tadi sahur bangun jam setengah 4an. gue kalo di rumah sahur selalsai langsung tidur. pas adzan di bangunin terus solat lalu tidur kembali. intinya gue sayang waktu tidur gue ke buang.
lanjut lagi, setelah pernggangan dikasih waktu sekitar 2 jam-an buat keperluan pribadi. namanya juga keperluan pribadi berarti ngejalanin aktifitas menurut keperluan pribadi nya sendiri. ada yang mandi ada yang nyanyi banyaklah, tapi gue selalu nyempetin tidur-tiduran.
2 jam berlalu, setelah keperluan pribadi ga nyangka aja ternyata waktu 2 jam itu kurang lama. sampe-sampe ga ada yang sempet mandi. acara selanjutnya adalah materi dari setiap ustad/ustadzah di pesantren. materi nya macam-macam dan disetiap materi mulai lah, ada yang tidur, smsan, online, dan masih banyak lagi hingga si ustad ga di waro, ada sih yang ngewaro tapi ga semua.
setelah materi berakhir ada waktu sekitar 30 menitan buat istirahat lalu disambung lagi dengan materi baru. lagi-lagi keadaan di dalam aula saat materi sama seperti sebelumnya. mungkin ngantuk, bukan mungkin tapi memang pada ngantuk.
acara selanjutnya adalah BEBAS, kurang lebih 20 menit atau berapa gitu lupa, pokonya menjelang adzan dzuhur, disini ada yang tidur, jalan jalan, ada juga yang tadarusan karena selama disana target 1 hari adalah tamat 1 juz alquran, berarti keluar-keluar dari pesantren harus habis 10 juz. berat? engga terlalu sih asalkan sering ngisi waktu luang dengan ngaji pasti kekejar. tapi gue selalu lalai buat itu. dan akhirnya harus ngejar beberapa juz di hari terakhir pesantren.
acara selanjutnya, solat dzuhur berjamaah. selesai solat dzuhur baru daikasih waktu luan sampe adzan ashar. waktu 3 jam ini selalu gue pake buat tidur, ya itung itung ngurangin rasa ngantuk. parahnya, tidur di disiang hari badan gue menggigil. kebayang kah dinginnya disana?
aneh nya 1 hari disana itu lama banget, beda sama di rumah. 1 hari aja berasa cepet!
next, selanjutnya dari tidur selama 3 jam, adzan azhar tiba langsung semua nya pergi ke mesjid buat solat berjamaah. setelah itu materi lagi. dan setelah materi selesai waktu bebas lagi sambil nunggu adzan maghrib. pas adzan magrib tiba, langsung lah buka, ga bisa langsung makan tapi cuman bisa makan tajil dulu terus solat baru deh makan.
setelah itu cerita singkatnya langsung nunggu solat isya dan tarawih. setelah tarawih ada evaluasi harian yang di sampaikan oleh setiap guru pembimbing.
apa ya isi evaluasi nya?.......
then setelah sahur selasai gue ga bisa tidur, bisa pun paling curi-curi, ya sekitar 10 atau 15 menit untuk tidur. setelah itu langsung bergegas ke mesjid buat solat subuh. dan dari perjalanan mau wudu sampe ke mesjid ga ada hentinya badan gue menggigil kedinginan. setelah itu, dilanjut dengan mendengarkan kultum. lalu tadarus di aula, ini dia tantangn baru lagi. tadarusan nya di pimpin sama salah satu ustad yang paling muda (kata gue) ngajinya cepet banget, gue sendiri ga bisa ngejar. jadi ujung ujung nya gue ngaji sendiri.
setelah ngaji gue masih harus nahan kantuk. karena acara selanjutnya adalah perenggangan semacam olahraga. dan perenggangan ini berakhir sekitar jam 6an, dan tadi sahur bangun jam setengah 4an. gue kalo di rumah sahur selalsai langsung tidur. pas adzan di bangunin terus solat lalu tidur kembali. intinya gue sayang waktu tidur gue ke buang.
lanjut lagi, setelah pernggangan dikasih waktu sekitar 2 jam-an buat keperluan pribadi. namanya juga keperluan pribadi berarti ngejalanin aktifitas menurut keperluan pribadi nya sendiri. ada yang mandi ada yang nyanyi banyaklah, tapi gue selalu nyempetin tidur-tiduran.
2 jam berlalu, setelah keperluan pribadi ga nyangka aja ternyata waktu 2 jam itu kurang lama. sampe-sampe ga ada yang sempet mandi. acara selanjutnya adalah materi dari setiap ustad/ustadzah di pesantren. materi nya macam-macam dan disetiap materi mulai lah, ada yang tidur, smsan, online, dan masih banyak lagi hingga si ustad ga di waro, ada sih yang ngewaro tapi ga semua.
setelah materi berakhir ada waktu sekitar 30 menitan buat istirahat lalu disambung lagi dengan materi baru. lagi-lagi keadaan di dalam aula saat materi sama seperti sebelumnya. mungkin ngantuk, bukan mungkin tapi memang pada ngantuk.
acara selanjutnya adalah BEBAS, kurang lebih 20 menit atau berapa gitu lupa, pokonya menjelang adzan dzuhur, disini ada yang tidur, jalan jalan, ada juga yang tadarusan karena selama disana target 1 hari adalah tamat 1 juz alquran, berarti keluar-keluar dari pesantren harus habis 10 juz. berat? engga terlalu sih asalkan sering ngisi waktu luang dengan ngaji pasti kekejar. tapi gue selalu lalai buat itu. dan akhirnya harus ngejar beberapa juz di hari terakhir pesantren.
acara selanjutnya, solat dzuhur berjamaah. selesai solat dzuhur baru daikasih waktu luan sampe adzan ashar. waktu 3 jam ini selalu gue pake buat tidur, ya itung itung ngurangin rasa ngantuk. parahnya, tidur di disiang hari badan gue menggigil. kebayang kah dinginnya disana?
aneh nya 1 hari disana itu lama banget, beda sama di rumah. 1 hari aja berasa cepet!
next, selanjutnya dari tidur selama 3 jam, adzan azhar tiba langsung semua nya pergi ke mesjid buat solat berjamaah. setelah itu materi lagi. dan setelah materi selesai waktu bebas lagi sambil nunggu adzan maghrib. pas adzan magrib tiba, langsung lah buka, ga bisa langsung makan tapi cuman bisa makan tajil dulu terus solat baru deh makan.
setelah itu cerita singkatnya langsung nunggu solat isya dan tarawih. setelah tarawih ada evaluasi harian yang di sampaikan oleh setiap guru pembimbing.
apa ya isi evaluasi nya?.......
go boarding school
yep, terinspirasi dari sebuah lagu maher zain yang mengingatkan kembali pengalaman MENGESANKAN selama 10 hari. sebenernya udah males juga buat ungkit pengalaman ini, tapi kadang bikin kangen juga. lagi pula arr-blog belum tau pengalaman gue selama 10 hari dilembang kaya apa.
di awali dengan tidak ingin cepatnya tanggal 4 agustus datang, mengapa? itu tanggal keberangkatan gue menuju boarding school or 'pesantren'. jujur aja, gue emang paling males sama yang namanya pesantren agamanya ketat, boarding, jauh dari keluarga, ya pokonya bukan gue banget lah istilah nya. tapi mau gimana lagi ini acara sekolah dan sudah di sahkan bahwa pesantren disana dijadikan seperti sekolah biasa.
hari pertama, pas sampe di pesantrennya rada nolak (itu udah pasti) liat keadaan sekitar pesantren di hampir dikelilingi dengan pohon bambu jadi kesannya angker padahal....
next, gue liat tempat istiraha gue kaya apa, ternyata cukup menarik pemirsa. detailnya adalah itu ruangan seperti kelas kosong yang hanya di beri karpet dan ada sebuah LCD TV yang sangat WOW, but Tv itu ga bisa nyala. oke ga apa apa. ini pengalaman terbaru bagi gue hidup 10 hari dengan keadaan yang terbatas. tidur selalu memakai sleepingbag dan punggung terasa sakit karena sleppingbag yang gue bawa kurang tebal jadi masih napak ke lantai nya.
keluhan selanjutnya adalah suhu. tau lah ya lembang dinginnya kaya apa?! persediaan jaket 3 buah gue pikir kurang tapi koper udah penuh melendung, ga ada peluang untuk membawa lebih lagi, dan akhirnya pun hampir setiap hari dan setiap waktu gue kedinginan.
aktifitas pertama gue di pesantren ini adalah solat dzuhur berjamaah dengan para santri. dan gue pikir santri sana kurang menyambut kedatangan kita.
then, setelah solat dzuhur salah satu guru bilang kalau kita akan ngikutin jadwal mulai esok hari. jadi hari pertama kita diberi kebebasan khusus nya untuk adaptasi dengan semua yang ada.
pengenalan dan adaptasi cukup sulit bagi gue, kamar mandi umumnya berada di luar dan itu pun harus menimba air dulu baru bisa mandi. tapi gue ambil cara praktis nya, di sebelah kamar gue itu kan ada ruang guru dan disebelah nya itu ada kamar mandi yang lebih baik dari pada kamar mandi umumnya. kamar mandi umumnya berjumlah 8. walau banyak tetep aja anak-anak lebih baik mengantri untuk menunggu kamar mandi sebelah ruang guru.
ya ini lah hari pertama gue, adaptasi yang sangat sulit dengan keadaan yang sulit juga. malam hari nya ibu gue nelfon dan dia bilang kalo mamih mau nengok kesana. dengan ke-unbelievable-an, gue bilang gak usah kesini mah, baru juga hari pertama. tantangannya adalah gue mau nyoba lebih mandiri hidup jauh dari orang tua gue, sulit? IYA.
di awali dengan tidak ingin cepatnya tanggal 4 agustus datang, mengapa? itu tanggal keberangkatan gue menuju boarding school or 'pesantren'. jujur aja, gue emang paling males sama yang namanya pesantren agamanya ketat, boarding, jauh dari keluarga, ya pokonya bukan gue banget lah istilah nya. tapi mau gimana lagi ini acara sekolah dan sudah di sahkan bahwa pesantren disana dijadikan seperti sekolah biasa.
hari pertama, pas sampe di pesantrennya rada nolak (itu udah pasti) liat keadaan sekitar pesantren di hampir dikelilingi dengan pohon bambu jadi kesannya angker padahal....
next, gue liat tempat istiraha gue kaya apa, ternyata cukup menarik pemirsa. detailnya adalah itu ruangan seperti kelas kosong yang hanya di beri karpet dan ada sebuah LCD TV yang sangat WOW, but Tv itu ga bisa nyala. oke ga apa apa. ini pengalaman terbaru bagi gue hidup 10 hari dengan keadaan yang terbatas. tidur selalu memakai sleepingbag dan punggung terasa sakit karena sleppingbag yang gue bawa kurang tebal jadi masih napak ke lantai nya.
keluhan selanjutnya adalah suhu. tau lah ya lembang dinginnya kaya apa?! persediaan jaket 3 buah gue pikir kurang tapi koper udah penuh melendung, ga ada peluang untuk membawa lebih lagi, dan akhirnya pun hampir setiap hari dan setiap waktu gue kedinginan.
aktifitas pertama gue di pesantren ini adalah solat dzuhur berjamaah dengan para santri. dan gue pikir santri sana kurang menyambut kedatangan kita.
then, setelah solat dzuhur salah satu guru bilang kalau kita akan ngikutin jadwal mulai esok hari. jadi hari pertama kita diberi kebebasan khusus nya untuk adaptasi dengan semua yang ada.
pengenalan dan adaptasi cukup sulit bagi gue, kamar mandi umumnya berada di luar dan itu pun harus menimba air dulu baru bisa mandi. tapi gue ambil cara praktis nya, di sebelah kamar gue itu kan ada ruang guru dan disebelah nya itu ada kamar mandi yang lebih baik dari pada kamar mandi umumnya. kamar mandi umumnya berjumlah 8. walau banyak tetep aja anak-anak lebih baik mengantri untuk menunggu kamar mandi sebelah ruang guru.
ya ini lah hari pertama gue, adaptasi yang sangat sulit dengan keadaan yang sulit juga. malam hari nya ibu gue nelfon dan dia bilang kalo mamih mau nengok kesana. dengan ke-unbelievable-an, gue bilang gak usah kesini mah, baru juga hari pertama. tantangannya adalah gue mau nyoba lebih mandiri hidup jauh dari orang tua gue, sulit? IYA.
Rabu, 03 Agustus 2011
ari ridwan "RAMADHAN"
bulan sebagian nama gue, ya ini bulan "RAMADHAN". (udah ngaco duluan). selamat menunaikan ibadah puasa yo. lagi lagi bulan puasa kali ini masih belum bisa juga puasa bareng sekeluarga lagi. ayo papa, kapan mau balikan sama mama lagi?
udah nunggu lama tapi apa mungkin ya? udah sah cerai terus nikah lagi? MUNGKIN. of course jawaban yang saya pengen adalah mungkin. tapi gimana orang tua gue si, apa masih ada rasa antara si mama sama si papa?
next, ko jadi ngomongin mereka? ya, itu doa ramadhan tahun lalu. semoga bisa ada kemajuan dan mama sama papa bisa kembali bersatu. siapa sih yang mau kalo orang tua nya pisah?
bismillahhiromannirrohim, puasa kali ini ada yang lebih sangat beda. gue sebagai anti "karantina" ya, sangan anti sama yang berbau karantina, mau itu asrama, kemping, apapun lah. gue paling males kalo udah ada acara yang begituan. so? ya, bulan puasa kali ini sikit beda sama tahu lalu, kenapa?
karena sekolah gue ngadain acara "PESANTREN" selama 10 hari, dan itu asrama, (karantina bukan? ough sh*t) tapi mau gimana lagi, itu udah acara sekolah. mau ga mau dan itu maksa gue harus ikut. tapi gue sendiri mau nyoba aja sekalian nambah pengalaman yang pertama dan terkhir. ya, 10 hari. itu terlalu lama. tapi ada untung nya. gue bisa ngejauh dulu dari orang rumah. belakangan ini gue rada bosen sama orang rumah, bikin bosen ga ada hal baru dan berubah.
ya, intinya adlah bulan puasa kali ini gue bakalan pesantren di lembang. lamanya 10 hari dan barang bawaanya banyak banget. bismilah gue coba deh. semoga aja engga terlalu padat jadwal nya selama jadi santri.
udah nunggu lama tapi apa mungkin ya? udah sah cerai terus nikah lagi? MUNGKIN. of course jawaban yang saya pengen adalah mungkin. tapi gimana orang tua gue si, apa masih ada rasa antara si mama sama si papa?
next, ko jadi ngomongin mereka? ya, itu doa ramadhan tahun lalu. semoga bisa ada kemajuan dan mama sama papa bisa kembali bersatu. siapa sih yang mau kalo orang tua nya pisah?
bismillahhiromannirrohim, puasa kali ini ada yang lebih sangat beda. gue sebagai anti "karantina" ya, sangan anti sama yang berbau karantina, mau itu asrama, kemping, apapun lah. gue paling males kalo udah ada acara yang begituan. so? ya, bulan puasa kali ini sikit beda sama tahu lalu, kenapa?
karena sekolah gue ngadain acara "PESANTREN" selama 10 hari, dan itu asrama, (karantina bukan? ough sh*t) tapi mau gimana lagi, itu udah acara sekolah. mau ga mau dan itu maksa gue harus ikut. tapi gue sendiri mau nyoba aja sekalian nambah pengalaman yang pertama dan terkhir. ya, 10 hari. itu terlalu lama. tapi ada untung nya. gue bisa ngejauh dulu dari orang rumah. belakangan ini gue rada bosen sama orang rumah, bikin bosen ga ada hal baru dan berubah.
ya, intinya adlah bulan puasa kali ini gue bakalan pesantren di lembang. lamanya 10 hari dan barang bawaanya banyak banget. bismilah gue coba deh. semoga aja engga terlalu padat jadwal nya selama jadi santri.
Langganan:
Postingan (Atom)



/> " />" />"/>
