hari terakhir di pesantren bagi gue adalah surga, tapi evaluasi terakhir bagi gue adalah neraka. but, semua nya malah kebalik. kenpa?
jadi gini, malam evaluasi terakhir semua siswa disuruh ngeluarin unek-unek nya selama di pesantren ini. semua nya ngomong blak-blakan. kenapa? karena itu yang di inginkan oleh guru, ngomong sejujurnya.
hal utama yang sangat patut di kasihani adalah hampir semua anak cowo maju kedepan dan bilang bahwa mereka semua gak suka dengan tingkah, mimik wajah seorang guru wanita pengajar kimia. ya gue sendiri ga terlalu sebel sama dia karena beliau sudah 1 tahun bersama saya sebelumnya, jadi gue tahu apa yang harus gue lakuin terhadapnya. tapi menurut gue, guru tersebut harus di mengerti oleh semua siswa dianya sendiri belum pernah mau ngertiin siswa nya. intinya dia sangat bercita-cita terlalu tinggi apa yang diinginkan terhadap murid yang ia ajarkan, tapi itu semua kurang mungkin bila kita harus masuk kriteria yang ibu minta, apa mungkin terlalu berat ya?
kemudian setalah hampir semua siswa maju kedepan, bahasan selanjutnya adalah guru kima berbicara. gue sendiri ga kebayang bagaimana rasanya sejumlah orang banyak maju kedepan dan bilang bahwa saya tidak suka dengan cara anda bertindak di depan banyak orang, dan itu semua terjadi pada guru kimia saya. apalagi dia seorang perempuan. pertama nya dia mengucapkan termikasih atas kritikan dari semua murid yang kurang suka terhadapnya, dan bla..bla..bla.. setelah ngomong panjang lebar gue sedikit tersentuh dan inginnya nangis tapi tahan aja karena ga ada yang nangis kecuali guru kimia tersebut. kasihan iya, gie ga bisa ceritain semua nya karena mungkin bisa di bilang aib.
dan setalah itu, gue belum maju kedepan dan ngeuarin unek-unek nya, gue sendiri bingung mesti ngomong apa. karena selama gue di pesantren gue hanya bisa pasrah dan menjalani dengan hati terpaksa seluruh kegiatannya. gue hanya bercerita kalo gue engga betah di pesantren itu, gue keberatan dengan aturan yang ada, dan gue jujur kalo gue selalu menghitung hari untuk kepulangan saya dari pesantren ini, dan gue sedikit berorasi kepada seluruh siswa bahwa kita harus selalu kompak. dan setelah itu beres deh gue bicara.
setelah berkahir hampir semua nya menangis dan bermaaf-maafan. selesai sudah evaluasi, sangat berbanding terbalik dengan yang gue bayangkan. awalnya gue bayangin di evaluasi ini kita akan di beri hukuman terkahir dan ternyata tidak. DAN, hari terakhir yang gue bilang surga, ternyata adalah neraka. kita semua sebelum pulang di suruh bersihin semua are pesantren.
dan kini saya sudah berada di Bandung dengan hati yang sangat lega, dan bisa memfokuskan kembali pikiran saya untuk kegiatan di bandung. thanks Allah!



/> " />" />"/>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar