Ini sama percis dengan setahun yang lalu, tepat satu tahun yang lalu. Kita memang tidak bisa merayakan tahun baru bersama waktu itu, tapi entah memang tidak bisa atau Dia yang tidak mau. Jadi, 1 minggu sebelum perayaan tahun 2022, kita pergi bersama.
Baju baru, duduk di meja kayu, dan dia datang jauh terlihat dari sana. Di tempat yang sama, ya.. tempat yang sama. Namun semua sudah berubah. Tempat itu menjadi sejarah, karena kita melakukan banyak hal.. dan aku tahu kamu menyadari nya. Tapi entah kenapa, hingga detik ini tak satupun kejadian itu kamu akui, licik dan menyakitkan bagiku. Tapi tak apa, jika memang itu membuatmu bahagia. Aku turuti. Karena pada dasarnya bagiku tingkat tertinggi dari kasih sayang itu adalah bisa melepaskan nya selagi dia bahagia, walaupun disini merasa sakit yang amat sangat. Obat nya pun tak ada. Dan ingin sekali aku berbicara dengannya, hingga detik ini.
hey lihat, tempat itu kini sudah berubah. Kamu orang yang ku harapkan kehadirannya pada waktu itu bisa memenuhinya. Namun kini.. balas pesan pun seperti berat terlihatnya. Syukur-syukur kau baca.. ini......
Ah sudahlah, hidup ini berat jika kau terus menjadi bayanganku..
sana kau pergi dan sembuhkanlah aku.



/> " />" />"/>
