--

X3-1" />" />"/> X5" />" />"/> X4" />" />"/> x2-01 /> " />" />"/> X7" />" />"/> " />"/>
1 2 3 4 5

Jumat, 19 Agustus 2011

go boarding school

yep, terinspirasi dari sebuah lagu maher zain yang mengingatkan kembali pengalaman MENGESANKAN selama 10 hari. sebenernya udah males juga buat ungkit pengalaman ini, tapi kadang bikin kangen juga. lagi pula arr-blog belum tau pengalaman gue selama 10 hari dilembang kaya apa.
di awali dengan tidak ingin cepatnya tanggal 4 agustus datang, mengapa? itu tanggal keberangkatan gue menuju boarding school or 'pesantren'. jujur aja, gue emang paling males sama yang namanya pesantren agamanya ketat, boarding, jauh dari keluarga, ya pokonya bukan gue banget lah istilah nya. tapi mau gimana lagi ini acara sekolah dan sudah di sahkan bahwa pesantren disana dijadikan seperti sekolah biasa.
hari pertama, pas sampe di pesantrennya rada nolak (itu udah pasti) liat keadaan sekitar pesantren di hampir dikelilingi dengan pohon bambu jadi kesannya angker padahal....
next, gue liat tempat istiraha gue kaya apa, ternyata cukup menarik pemirsa. detailnya adalah itu ruangan seperti kelas kosong yang hanya di beri karpet dan ada sebuah LCD TV yang sangat WOW, but Tv itu ga bisa nyala. oke ga apa apa. ini pengalaman terbaru bagi gue hidup 10 hari dengan keadaan yang terbatas. tidur selalu memakai sleepingbag dan punggung terasa sakit karena sleppingbag yang gue bawa kurang tebal jadi masih napak ke lantai nya.
keluhan selanjutnya adalah suhu. tau lah ya lembang dinginnya kaya apa?! persediaan jaket 3 buah gue pikir kurang tapi koper udah penuh melendung, ga ada peluang untuk membawa lebih lagi, dan akhirnya pun hampir setiap hari dan setiap waktu gue kedinginan.
aktifitas pertama gue di pesantren ini adalah solat dzuhur berjamaah dengan para santri. dan gue pikir santri sana kurang menyambut kedatangan kita.
then, setelah solat dzuhur salah satu guru bilang kalau kita akan ngikutin jadwal mulai esok hari. jadi hari pertama kita diberi kebebasan khusus nya untuk adaptasi dengan semua yang ada.
pengenalan dan adaptasi cukup sulit bagi gue, kamar mandi umumnya berada di luar dan itu pun harus menimba air dulu baru bisa mandi. tapi gue ambil cara praktis nya, di sebelah kamar gue itu kan ada ruang guru dan disebelah nya itu ada kamar mandi yang lebih baik dari pada kamar mandi umumnya. kamar mandi umumnya berjumlah 8. walau banyak tetep aja anak-anak lebih baik mengantri untuk menunggu kamar mandi sebelah ruang guru.
ya ini lah hari pertama gue, adaptasi yang sangat sulit dengan keadaan yang sulit juga. malam hari nya ibu gue nelfon dan dia bilang kalo mamih mau nengok kesana. dengan ke-unbelievable-an, gue bilang gak usah kesini mah, baru juga hari pertama. tantangannya adalah gue mau nyoba lebih mandiri hidup jauh dari orang tua gue, sulit? IYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar