saya akan menggambarkan di dalam hati saya
aku berada di sebuah pulau kecil di tengah laut tak berpenghuni. aku tersesat, BUKAN karena pertempuran antara kedua bajak laut, bukan karena perahu yang bocor, bukan karena perahu yang terkena badai. tetapi aku Melarikan Diri.
Didalam pulau sering aku merasakan ketakutan, pulau ini sangat gelap di malam hari dan sangat panas di siang hari. aku kedinginan di malam hari dan aku kehausan di siang hari. aku bosan hanya memakan ikan, buah, dan air laut.
suatu malam aku tidur di bawah pohon besar, disana sejuk namun aku terganggu karena banyak serangga dan hewan kecil di sekitar nya. aku sangat tak betah, aku pergi mencari tempat untuk tinggal. namun di tengah jalan aku di kejar oleh harimau yang begitu besar. hewan buas itu kelaparan dan aku terancam mati karena akan di terkam. ada suatu pohon besar yang menjadi penyelamatku, aku memanjat dan harimau pun tak bisa menangkapku. aku pun selamat.
tak hanya harimau, ketika aku turun dari pohon besar itu, ada sosok mahkluk yang sangat menyeramkan sosoknya. aku takut, aku teriak meminta tolong, aku berlari ia mengejar. hingga aku lelah dia merasuki tubuh ku.
TIDAK, aku kesurupan. di dalam tubuhku terdapat sosok mahkluk yang mengendalikan hidupku. aku merasakan sekitarku, tapi aku tidak bisa melihatnya. seakan aku berbaring sakit dan lemah!
aku mendengar ada bala bantuan, itu teman ku. kelihatannya ia berusaha untuk menolongku, tapi mahkluk ini berusaha untuk membunuh teman-temanku satu-persatu. aku mencoba terbangun dan sadar tetapi sungguh sulit. satu dari teman ku terluka, maafkan aku teman. aku tak bisa mengendalikan diriku sekarang. aku tahu, walau kau sudah tersiksa dengan sikap ku yang dikendalikan oleh sosok mahkluk, tetapi kau tetap berusaha untuk menyadarkan ku dan membangunkan ku.
maafkan aku kawan, aku tak tahu siapa yang ada di dalam diriku ini.
tolong aku kawan, keluarkan sosok mahkluk jahat ini dari tubuh ku.
aku tak tahu bagaimana akhirnya, aku hanya menjalankan kehidupan palsu ku sekarang, berusaha untuk bangun dan tersadar. tetapi proses nya masih jauh.
aku harus tersadar, lalu bangun. setelah sadar ternyata aku masih tersesat di pulau yang menyeramkan ini. ketika aku bangun aku tak tahu bagaimana kondisi temanku, apakah mereka terselamatkan? apa mereka semua masih hidup dengan berbagai goresan luka di kulitnya akbiat kemarahan sosok yang ada di dalam tubuhku ini. apa teman ku semua nya ..............
aku jauh dari sempurna. sekarang fikiran ku hanya tersadar, dan pulang kembali ke perahu untuk melanjutkan perjalanan hidupku di laut yang penuh dengan gelombang besar dan berbagai badai.



/> " />" />"/>

galau?
BalasHapusSetiap badai pasti akan berlalu.
BalasHapusPercayalah bahwa matahari akan bersinar setelah badai dan pelangi muncul membawa sebuah babak baru kehidupan yang penuh warna