10 Februari kemarin adalah hari lahir yang ke 19.
Ucapan pertama adalah dari teman sekelas namanya desty, dia cewe berkerudung, dan pecinta alam. Setelah itu ada ucapan kedua dari teman sekelas juga, namanya anggita maripa.
Makasih lo, ucapan kalian berdua berarti banyak bagi saya.
Pagi hari, sebelum berangkat kuliah sekitar jam 6, gua lagi di kejar waktu karena takut telat masuk kelas. Saat itu gua memang bener buru-buru tidak rekayasa. Harapannya saat dalam keadaan buru-buru itu orang rumah ada yang ngucapain kata "happy birthday", tapio ternyata tidak, walaupun sebernernya gua ngeliat mama yang ingin berkata ucapan happy birthday tapi segan karena ngeliat saya yang terburu-buru. So, saat mau pergi gua percis liat muka ibu saya yang lagi megang hp nya dan ngikutin kemana gua pergi selagi di rumah, gua ga salam tangan, cuman bilang "mam, pergi" dan terlihat lah wajah ibu gua yang seperti nya ingin mengeluarkan kata-kata. Wajah itu masih tergambar hingga saat ini di otak saya.
Gua sebenarnya adalah orang yang tidak begitu peduli dengan ulang tahun, banyak orang yang bilang kalau ulang tahun itu adalah hari tebahagia. Bagi gua tidak. Gua gak ngarepin apapun di hari ulang tahun, tapi memang tidak ada yang spesial disetiap hari ulang tahun milik gua. Orang-orang cuman mengucapkan kata salam, mencium pipi dan kening, dan memberi kue secara mendadak. Itu bukan hal bahagia bagi gua.
Ya, tapi bagaimanapun gua mengikuti kebiasaan banyak orang di hari ulang tahunnya, mereka terlihat sangat bahagia dan mengharapkan banyak hal kejutan.
Hari 10 februari itu memang berakhir sangat cepat, walau tidak sebahagia yang gua inginkan, setidaknya hari itu gua punya teman gila yang bikin hari itu makin ceria, kita main kartu di kosan hendri. Gila dan bener bener gila.
Powered by Telkomsel BlackBerry®



/> " />" />"/>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar