--

X3-1" />" />"/> X5" />" />"/> X4" />" />"/> x2-01 /> " />" />"/> X7" />" />"/> " />"/>
1 2 3 4 5

Selasa, 09 September 2014

Abstract 13

Mungkin saya adalah salah satu anak yang tidak beruntung, tidak perlu panjang lebar, ini adalah masalah keluarga. Bagi saya, saat ini saya sudah tidak percaya lagi dengan  keluarga, rumah yang dulu dikatakan "home" sekarang hanya menjadi "house". Keluarga, ini keluarga apa bukan, di rumah ini hanya ada "ibu, dan anak" dimana "bapak"?
Kenapa ya, semakin hari rumah ini semakin  membosankan? Diluar rumah saya bisa merasakan senang, candaan, tertawa, tapi begitu menuju rumah, perasaan saya selalu berubah menjadi murung.
Bapak, dia sering mengaku katanya sayang pada saya, tapi dia ga pernah nanya bagaimana kabar saya, menghubungi saya pun jarang, kalo ga saya hubungi duluan dia hilang. Adapun interaksi hanya bila masalah ekonomi.
Banyak orang bertanya, gimana rasanya punya orang tua yang sudah bercerai, saya tentu ga bisa jawab, itu ga bisa dijawab kata-kata, yang pasti saya sering merasa diri saya hancur bila ada yang bertanya seperti itu.
Saya pernah dianggap sama guru saya sendiri bahwa saya adalah anak broken home, padahal saya sendiri tidak merasa, bahkan saya sendiri gatau broken home itu seperti apa.
Saya sering merasa beda dengan teman saya, sering merasa sirik pada teman saya, sering merasa saya tidak punya siapapun selain Allah,
Saya paling tidak bisa tahan bila membicarakan masalah keluarga, pasti bawaannya selalu ingin nangis. Walau saya pintar dalam menyembunyikan ekspresi, tawaan bisa berkaca, bukan karena bahagia, tapi sedih.
Akhir akhir ini saya sering kali merasa hancur dan sedih, saya kurang tau ini normal atau tidak saya sangat butuh sosok yang bisa terus berada di samping saya yang bisa mengerti ini loh saya!
Begitu banyak keluhan saya, kepala ini terasa ingin meledak bila berbicara tentang kekuarga.
Ya Allah, saya berdoa padamu dan hanya pada mu, ujian yang kau berikan sungguh berat, namun hamba tau rencana mu sungguh indah. Maka hamba meminta pada Mu kemudahan disegala langkah untuk menghadapi ujian Mu, berikanlah sosok sahabat yang bisa menjadi sosok teman, kakak, ayah, agar hamba selalu diingatkan untuk terus berada di jalan yang lurus. Amin.
I love you Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar