--

X3-1" />" />"/> X5" />" />"/> X4" />" />"/> x2-01 /> " />" />"/> X7" />" />"/> " />"/>
1 2 3 4 5

Selasa, 24 Februari 2015

What we want is not necessarily what He wills

Siapa yang tau kalau keadaan saat ini akan terjadi? Bukan manusia.
Pastilah semua orang banyak inginnya dalam hidup. Dia ingin menjadi apa, punya harta berapa, dan kapan dia mengakhiri hidupnya.
Kalau gua pibadi, jika diberi pilihan oleh Allah saat gua belum turun kedunia, gua mau memilih:
Pertama, gua ingin memiliki seorang ayah berprofesi pilot, ibu seorang designer, dan gua akan menjadi seorang pilot seperti ayah.
Kedua, gua ingin memiliki ayah seorang musisi, ibu seorang dokter, dan gua akan menjadi seorang saxophonist.
Membuat teori, menulis "what to do list", sangat mudah. Tapi nyatanya, hidup ini berjalan ditengah malam hanya membawa senter, apa yang kita sorot, itu yang kita lihat.
Gak semestinya hidup ini banyak mengeluh ri, " Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Ku cukupkan nikmatKu untukmu..." (Al-maidah: 3)
Inget ri, hidup saat ini bukan kita yang minta, bukan kita yang menghendaki. Maka jangan pula hidup seenaknya dan sekehendak diri (nafsu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar