Hari ini sungguh mengecewakan. Hari ini hari ulang tahun Papa. 29 Juli adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Mungkin di hari ulang tahun papa bisa berubah sikap kepada saya, mungkin dia bisa berbicara lebih atau sedikit memperhatikan saya.
Saya mencari waktu yang pas untuk mengucapkan selamat ulang tahun, di siang hari, di jam waktu makan siang. Di saat itu mungkin Papa lagi makan siang, dia lagi beristirahat jika lagi bekerja, jadi kalau saya mengucapkan selamat dia bisa berkata lebih kepada saya seperti ayah kepada anak lainnya.
Tapi ternyata tidak, saya berusaha mengingat hari ulang tahunnya, saya mengucapkan panjang lebar, dan mendo'a kannya, tapi sayang ia membuat saya kecewa, hanya balasan satu nafas saja yang ia berikan "amin, makasih, Ari".
Apa dia sesibuk itu sehingga hanya dapat mengatakan seperti itu kepada anaknya yang berusaha mengingat hari ulang tahunnya dibanding ia yang tidak mengucapkan apapun dan hilang kabar di hari ulang tahun saya di Tahun ini, 2015.
Saya coba cerita ke kaka saya, Nad. Ternyata sama, ia pun mendapatkan balasan yang sama. Hanya kata "makasih". Saya coba berterus terang bahwa saya kecewa atas sikap ayah saya yang seperti itu. Hari ini saya harua perginke rumah sakit, untuk kontrol gigi saya jam 2 siang. Di jalan, saya menangis karena sikap ayah saya. Bener-bener kerasa sakit dada saya, begitu sampaindi RS mata saya lebam dan terasa berat dan sipit.
Saya coba masuk kamar mandi buat cuci muka, siapa tahu mata yang lebam dan merah ini bisa hilang dan membuat penilaian orang hilang bahwa saya baru aaja menangis. Malu saya di situ
Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Ayah saya yang berulang Tahun, semoga ia mengetahui dan menyadari bahwa saya benar-benar mencintai dan menyayanginya, dan terus berharap kehadirannya di sisi saya.
Rabu, 29 Juli 2015
Dad, pleaseee...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



/> " />" />"/>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar