--

X3-1" />" />"/> X5" />" />"/> X4" />" />"/> x2-01 /> " />" />"/> X7" />" />"/> " />"/>
1 2 3 4 5

Sabtu, 27 Agustus 2022

Masih

 7 bulan sudah, dan ini amat sangat menyiksa. 7 bulan bukan waktu yang sebentar, hari demi hari terus menempel di otak ini. Kamu yang hilang dengan seenaknya menganggap semua ini sepele.  Mudah untuk berkata malas dan cape, tanpa berfikir bahwa ini semua adalah siksaan rasa yang terus bergelut dengan dinginnya sikap. Harus apa lagi aku berkata, kemana lagi aku mengejar kalo kamu hanya terus menghindar membawa masalah yang terus di kubur, sedangkan aku terus menggali.

Aku pikir kamu sudah menjadi dewasa, tapi ternyata masalah ini terus membuat kamu menjadi kecil lebih kecil dari anak kecil. Coba bicara, aku pikir kita saling percaya. Obrolan dan nasehat kemarin aku kira kamu paham, aku kira itu akan buat kamu jadi lebih dewasa. Atau, kemarin itu kamu hanya buat tipuan agar belas kasihan datang pada mu menguras waktu dan dompet ku saja ?

Coba bicara, mohon. Apa aku harus berlutut ?

Coba lihat, mohon. Aku terus berlari dengan siap atas segala keputusan mu. Pahit atau manis, setidak nya kamu sudah berkata jujur. 

Ingat, aku Masih. Masih terus berlari sampai batas sabar ini di cabut oleh-Nya.

Rabu, 06 April 2022

Bodoh

Kalo liat mundur ke belakang, ga nyangka aja udah bisa ngelewatin semua nya, senang, susah, sedih, putus asa, putus cinta, sehat, sakit, sendiri, keramaian, ya banyak lah.. dan kemarin baru-baru aja ditinggalin nih sama someone. Lumayan lama proses healing nya buat bisa kembali ke semula, ya walaupun agak aneh cerita dibalik semua itu, tapi ya intinya ditinggal begitu aja ya sakit. Karma mungking ya. 
Tapi kan life must go on. Bener.
Sempet mikir ini masalah ga selesai terus, tapi ternyata Hidup terus menjawab, kalo ini ya memang udah selesai. Ga ada lagi yang harus di kejar.. fase nya udah harus di simpen aja itu masalah, di ikhlasin..

Btw,
Makasi udah buat semua nya jadi gak berarti, cinta memang buta dan cinta memang gila. Bodoh aku jatuh di lubang pada jalur yang udah rusak, gak hati-hati. Eh tapi bentar, hanya aku yang bodoh atau dia juga sebenernya bodoh ? Atau lebih bodoh ?

Menyesal ngga, tapi ini adalah pengalaman yang bener-bener berharga. Aku tau ternyata dalam hubungan harus ada keterbukaan, ya keduanya yang harus saling terbuka ga menyembunyikan sesuatu dan bisa saling jujur dengan apa yang dirasa. Kalo hanya sepihak ya jadi nya seperti ini. Apa yang dimau ga akan ketawan. Istilahnya kalo kata lagu jawa “aku kiri koe kanan, wes bedo jalan”.
Ngomong-ngomong soal siapa yang bodoh, kita ya memang bodoh. Banyak lah hal bodoh yang kejadi diantara kita, saling nyusul satu sama lain pas lagi dipisah. Walau entah tujuan nya apa. Terus bertahan di tempat yang sama walau sebenernya ada tempat yang lebih baik di luar sana. Saling jaga pas lagi sakit. Haha, ya begitu lah banyak kesempatan yang ga kita ambil. Bodoh kan ?

*tarik nafas*

Udah ya ?
Selesai ?

*tepuk tangan*

Sabtu, 20 Maret 2021

26

Kekhawatiran akan kedewasaan saat itu setiba hilang begitu saja setelah kejadian "itu", ditambah lagi dengan diterimanya saya untuk bekerja disalah satu perusahaan BUMN di bidang Logistik Pangan. Tak disangka, saya yang dulu diremehkan oleh lingkungan pertemanan satu akidah, bahwa saya tidak didapat bekerja dalam tekanan, ternyata saya Bisa. semangat dan doa Ibu adalah pendorong saya untuk terus maju menjalani hidup ini.

Saya mau mundur sediti kebelakang.
Disaat sebelum pendaftaran dimulai, saya sudah mundur duluan untuk mendaftar rekrutmen itu. karena saya mengenal diri saya dari teman yang mungkin mereka simpulkan saya tidak bisa bekerja dalam tekanan. tapi Ibu saya meyakini saya, "Mama yakin, mama lebih tau Kamu dari yang lain. pasti Bisa". perkataannya selalu tertanam hingga detik ini setelah tiga tahun yang lalu. ya, alhamdulillah.. setelah Mama pulang dari tanah suci, bertepatan dengan waktu pengumuman kelulusan rekrutmen itu. Puji syukur, saya keterima. setelah tes kesehatan, saya langsung dipanggil untuk interview user. walaupun tidak optimis disaat interview dengan para pejabat. Kekuatan saya hanyalah doa Ibu dan Alloh.
Tibalah waktu yang indah, saya dihubungi untuk datang kembali ke Kantor Wilayah untuk tanda tangan kontrak kerja.
Sujud syukur saya saat itu, proses panjang ini membuahkan hasil. Alhamdulillahir robbil'alamin.

2 Tahun sudah berlalu, masuk ditahun ke tiga ini saya bertekad untuk berubah. cukup sudah hedonis kemarin. Saatnya ku buat janji untuk ibuku dan keluargaku. sebagai janji dan pengingat bagi saya, bahwa tulisan ini sebagai bukti dan pendorong saya untuk menepati janji saya dan juga sebagai doa untuk mewujudkannya, bahwa saya akan membelikan rumah untuk Mama.

26 tahun ini saat nya saya mengabdikan diri untuk keluarga.
berubah, mundur sedikit untuk kehidupan bersama yang lainnya.
menyingkirkan kepentingan pribadi, menyingkirkan gosip dan omongan buruk belaka tentang diri ini.
aku yang menjalani hidup ini, dan aku yang akan membuatnya untuk lebih indah.

terima kasih untuk pembelajaran selama 26 tahun ini,
terima kasih kehidupan,
terima kasih semua yang sudah menemani selama 26 tahun.