--

X3-1" />" />"/> X5" />" />"/> X4" />" />"/> x2-01 /> " />" />"/> X7" />" />"/> " />"/>
1 2 3 4 5

Rabu, 06 Agustus 2014

Bad Lebaran Tour

Hari lebaran pasti semua umat muslim keliling Silaturahmi. Nah, kalo gua sih lebih suka bilangnya 'Lebaran Tour'. Jadi kita sekeluarga keliling ke sanak saudara untuk silaturahmi juga maaf-maafan. Nah, lebaran kali ini yang rencananya mau lebaran di papa, ga jadi lagi, karena ada rencana hari lebaran ke 3 mau liburan ke pantai Pangandaran. So, hari pertama kita pergi ke rumah nenek buat ngumpul dan maaf-maafan. Selesai itu gua pergi ke Lembang perjalana  lembang ini bukan main, macetnya minta ampun. Yang tadinya nau ke floating market tapi gajadi karena kejebak macet dan baru nyampe lembang malam hari. Alhasil kita cuman makan tahu aja di tahu susu lembang, setelah itu kita pulang.
Nah, kalau liat kebelakang, bulan puasa kali ini gua gak bisa banyak ketemu atau bersilaturahmi sama rekan-rekan dulu. Jadi gua gak banyak lebaran tour, karena gua banyak cancel-in undangan dari mereka.
Nah, selesai lebang ke-esok-esokan harinya gua dan keluarga pergi ke pangandaran beach. Disana kita liburan sebentar buat melepas rasa lelah kakak-kakak gua yabg tiap hari kerja. Kasian juga. Salahnya, yang tadinya mau melepas stress, stress nya malah nambah karena kita kejebak macet. Yang normalnya perjalanan 7 jam, kita malah satu haru baru sampai pangandaran. Alhasil nyampe pangandaran kita makah 'jetlag'.
Di pangandaran gua ga bisa lama-lama karena ada janji juga sama papa. Gua sama kakak-kakak gua bekun tour ke keluarga papa. So, cuma  2 hari kita di pangandaran. Pas pulang sama juga, kita kejebak macet walau tidak se macet saat pergi menuju pangandaran. Sampe Bandung juga dini hari, kisaran jam 2 malam. Dan hari itu juga gua harus ke papa.
Setelah mabok perjalanan hilanh, kiya mutusin ke papa di sore hari. Wajah kasur masih belum hilanh, dan kita harus ke papa karena papa udah nungguin. Ini yang paling berat.
Saat pergi ke papa. Kita bertemu macet lagi. Ya, macet saat lebaran itu sudsh seninya. Jadi kita yang baru fresh mesti stress lagi karena macet. Sampenya di papa, kita malah makan diluar. Tapi sast inilah hati gua mulai tergores. Saat makan, papa, teteh, nad, juga ibu tiri gua. Gak tahu kenapa saat itu gua mikir dan 'kena ke hati' bahwa sakit rasanya bisa makan bareng sama orang ini*nunjuk ke ibu tiri*.
Saat makan, gua nahan dada karena sakit menahan tangis. Gak tahu kenapa saat itu gua gak meras senang. Kenapa bisa papa menikah lagi dengan wanita lain setelah perceraian. Kalau gua ada di posisi papa, gua gak akan nikah lagi. Gua hanya mau nguru anak-anak sampai mereka menjadi lebih sukses dari pada saya sendiri.
Setelah selesai makan, kita pulang, gua masih tahan tangis, mungkin kakak-kakak saya mengetahui uni, karena gua rasa mata udah berkaca terus. Dan gua udah sering melihat ke langit menyapa Dia dan meminta kekuatan. Dada ini sangat sakit merasakan keluarga ku sudah hancur dan papa sudah milik orang lain. Beginilah jadi gua yang sekarang. Sanaggat sulit. Di hari yang fitri ini menjadi kesan buruk karena orang itu. Apa gua masih belum bisa terima dengan keadaan perceraian ini? Apa sebab nya mereka berpisah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar