Bulan puasa kali ini gua harus benar-benar berpuasa dari
semua aspek. Tidak hanya menahan rasa lapar dan haus, tapi gua harus menahan
jumlah rupiah yang dikeluarkan. Bulan ini gua lagi ngumpulin senilai rupiah
yang cukup tinggi angkanya. Pengumpulan rupiah ini cukup dibantu dengan
beberapa even yang menghasilkan materi, yaitu hasil dari kerja freelance dan
hobi. Ya untung saja waktu itu freelance dari teman diambil jadi cukup
meringankan, juga dari hobi, tiada lain dan tiada bukan adalah nawala. Nawala ini
sebenarnya bukan hobi lagi untuk gua, nawala ini sudah jadi rutinitas
sebenarnya bagi gua. Musik, karena nawala ini memeberikan musik untuk gua.
Nah. Balik lagi ke bulan Ramadhan, permasalahan deengan
rupiah ini membatasi gua untuk bertemu atau silaturahmi dengan teman-teman
terdahulu, soalnya gua membatasi diri untuk ikut acara silaturahmi buka
bersama. Ya walau acara itu hanya setahun sekali, tapi inti dari acara itu kan
silaturahmi, gua mikirnya “kalau silaturahmi kan tidak mesti dibulan ramadhan”,
So kayanya untuk menolak beberapa undangan gak apa-apa kan! Sehubungan dengan
target rupiah dibulan ini.
Kenapa sih mesti rupiah yang dikumpulin? Sekarang ini bulan
Ramadhan, bulan penuh berkah, ko rupiah yang dikumpulin bukannya amal-amal?
Jadi gini ya para orang tua, amalan itu bagi gua adalah sesuatu yang bersifat
privasi, hubungannya hanya ‘your self and your God’. Jadi gak salah kan kalo
kita mau melakukan hal baik dan ibadah bersembunyi atau istilahnya tidak di ‘update’-kan?
Nah, buklan ramadhan kali ini gua pasti dan gak cuman gua juga, kalian juga
pasti mengumpulkan amal-amal baik lah, secara bulan ini kita tidur aja udah
dianggap ibadah. Lah, percuma juga sebulan ini kita pake yang aneh-aneh, dan memubazirkan
pahala yang istilahnya kita tinggal metik dihalaman rumah sendiri gitu. Tapi By
The way, masalah amal saleh dan ibadah, gua sejujurnya baru melakukan 3 kali, 2
kali di rumah dan baru kemarin hari tanggal 10 Juli gua terawehan di mesjid. Sebenarnya
gua baru sadar waktu gua lagi main bareng si Fachri (kenalin, temen rumah dan x
adek kelas waktu SMA) dia sebenarnya secara tidak sadar menegur gua dengan
bilang bilang “Boy, lu gak usah terawehan aja sebulan ini, ntar gua masukin
book of record sebagai teman yang tidak teraweh selama bulan Ramadhan, haha”
nah, kalimat main-main ini malah bikin gua sadar besok harinya.
Gua semakin yakin dan sadar, sebenarnya Tuhan itu menegur
kita untuk kebaikan di segala hal, hanya saja kita nya yang kurang peka dengan
teguran itu, kebanyakan kita bisa peka kalau teguran itu berupa hal besar. Nah,
bulan ramadhan ini Dia menegur saya lewat kebaikan, saya semakin yakin kalau
Allah diatas sana sedang memperhatikan, melihart, dan mendengarkan saya. Thanks
God, I know and believe You’re watching me and always beside me J



/> " />" />"/>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar