previously, happy idul Fitri ya atau ied mubarrok.
next, postingan awal di tahun 1432 hijriah ini saya hanya punya banyak fikiran buruk yang dipengaruhi banyak orang pula. selain itu gue gak punya banyak kegiatan di awal tahun ini. so, long-long-long holiday. sangat membosankan dan tentunya ingin cepat ada kegiatan but is not SCHOOL, perlu ditekankan ya bukan sekolah kegiatannya. tentunya saya bukan orang yang pecinta atau perindu dengan keadaan sekolah, dan tentunya juga kegiatan ini bukan yang mesti membuat saya lelah, get bored, get crazy tapi gue pengen yang fresh. yang bener bener liburan. kenapa? akhir akhir ini gue sering banget ngerasa bosen sama rutinitas yang gue lakuin. dan tentunya setelah saya fikir-fikirkan kegiatan gue adalah itu-itu lagi. apa sih yang baru?
sebetulnya sudah sejak lama gue ga punya hal kegiatan yang menetap dan yang baru. bukan hanya sekejap. apa ya? dan gue fikir lagi gue orang nya memang banyak pilih. banyak yang ngasih tapi minta lebih, ya ini gue. susah buat ngerti keadaan bahwa sekarang gue siapa, umur nya berapa, tingkatan kedewasaannya harus bagaimana! saya sadar, gue memang pemalas kalo berada di rumah, gue sadar di sekolah gue ga pinter-pinter amat, gue sadar siapa gue di lingkungan masyarakat luar. YA, saya hanyalah anak dari kedua orang tua yang sudah lama berpisah. saya hanyalah orang yang sering melihat keatas bukan melihat kebawah, saya hanyalah pelajar yang kerjaanya bermalas-malasan, dan saya hanyalah seorang pelajar yang kerjaannya blogging & browsing &friend-ing (?). ya ini gue. *sekarang mau apa? gue pengen merubah semua sikap gue di tahun hijriah yang baru ini. yang bisa ngerti sama keadaan dimana gue berada. saya bisa semakin dewasa, mandiri, soleh, berbakti. intinya adalah perbuatan yang saya lakuin harus lebih baik dari hari sebelum-sebelumnya.
Sabtu, 03 September 2011
Minggu, 21 Agustus 2011
go boarding school part 4
hari terakhir di pesantren bagi gue adalah surga, tapi evaluasi terakhir bagi gue adalah neraka. but, semua nya malah kebalik. kenpa?
jadi gini, malam evaluasi terakhir semua siswa disuruh ngeluarin unek-unek nya selama di pesantren ini. semua nya ngomong blak-blakan. kenapa? karena itu yang di inginkan oleh guru, ngomong sejujurnya.
hal utama yang sangat patut di kasihani adalah hampir semua anak cowo maju kedepan dan bilang bahwa mereka semua gak suka dengan tingkah, mimik wajah seorang guru wanita pengajar kimia. ya gue sendiri ga terlalu sebel sama dia karena beliau sudah 1 tahun bersama saya sebelumnya, jadi gue tahu apa yang harus gue lakuin terhadapnya. tapi menurut gue, guru tersebut harus di mengerti oleh semua siswa dianya sendiri belum pernah mau ngertiin siswa nya. intinya dia sangat bercita-cita terlalu tinggi apa yang diinginkan terhadap murid yang ia ajarkan, tapi itu semua kurang mungkin bila kita harus masuk kriteria yang ibu minta, apa mungkin terlalu berat ya?
kemudian setalah hampir semua siswa maju kedepan, bahasan selanjutnya adalah guru kima berbicara. gue sendiri ga kebayang bagaimana rasanya sejumlah orang banyak maju kedepan dan bilang bahwa saya tidak suka dengan cara anda bertindak di depan banyak orang, dan itu semua terjadi pada guru kimia saya. apalagi dia seorang perempuan. pertama nya dia mengucapkan termikasih atas kritikan dari semua murid yang kurang suka terhadapnya, dan bla..bla..bla.. setelah ngomong panjang lebar gue sedikit tersentuh dan inginnya nangis tapi tahan aja karena ga ada yang nangis kecuali guru kimia tersebut. kasihan iya, gie ga bisa ceritain semua nya karena mungkin bisa di bilang aib.
dan setalah itu, gue belum maju kedepan dan ngeuarin unek-unek nya, gue sendiri bingung mesti ngomong apa. karena selama gue di pesantren gue hanya bisa pasrah dan menjalani dengan hati terpaksa seluruh kegiatannya. gue hanya bercerita kalo gue engga betah di pesantren itu, gue keberatan dengan aturan yang ada, dan gue jujur kalo gue selalu menghitung hari untuk kepulangan saya dari pesantren ini, dan gue sedikit berorasi kepada seluruh siswa bahwa kita harus selalu kompak. dan setelah itu beres deh gue bicara.
setelah berkahir hampir semua nya menangis dan bermaaf-maafan. selesai sudah evaluasi, sangat berbanding terbalik dengan yang gue bayangkan. awalnya gue bayangin di evaluasi ini kita akan di beri hukuman terkahir dan ternyata tidak. DAN, hari terakhir yang gue bilang surga, ternyata adalah neraka. kita semua sebelum pulang di suruh bersihin semua are pesantren.
dan kini saya sudah berada di Bandung dengan hati yang sangat lega, dan bisa memfokuskan kembali pikiran saya untuk kegiatan di bandung. thanks Allah!
jadi gini, malam evaluasi terakhir semua siswa disuruh ngeluarin unek-unek nya selama di pesantren ini. semua nya ngomong blak-blakan. kenapa? karena itu yang di inginkan oleh guru, ngomong sejujurnya.
hal utama yang sangat patut di kasihani adalah hampir semua anak cowo maju kedepan dan bilang bahwa mereka semua gak suka dengan tingkah, mimik wajah seorang guru wanita pengajar kimia. ya gue sendiri ga terlalu sebel sama dia karena beliau sudah 1 tahun bersama saya sebelumnya, jadi gue tahu apa yang harus gue lakuin terhadapnya. tapi menurut gue, guru tersebut harus di mengerti oleh semua siswa dianya sendiri belum pernah mau ngertiin siswa nya. intinya dia sangat bercita-cita terlalu tinggi apa yang diinginkan terhadap murid yang ia ajarkan, tapi itu semua kurang mungkin bila kita harus masuk kriteria yang ibu minta, apa mungkin terlalu berat ya?
kemudian setalah hampir semua siswa maju kedepan, bahasan selanjutnya adalah guru kima berbicara. gue sendiri ga kebayang bagaimana rasanya sejumlah orang banyak maju kedepan dan bilang bahwa saya tidak suka dengan cara anda bertindak di depan banyak orang, dan itu semua terjadi pada guru kimia saya. apalagi dia seorang perempuan. pertama nya dia mengucapkan termikasih atas kritikan dari semua murid yang kurang suka terhadapnya, dan bla..bla..bla.. setelah ngomong panjang lebar gue sedikit tersentuh dan inginnya nangis tapi tahan aja karena ga ada yang nangis kecuali guru kimia tersebut. kasihan iya, gie ga bisa ceritain semua nya karena mungkin bisa di bilang aib.
dan setalah itu, gue belum maju kedepan dan ngeuarin unek-unek nya, gue sendiri bingung mesti ngomong apa. karena selama gue di pesantren gue hanya bisa pasrah dan menjalani dengan hati terpaksa seluruh kegiatannya. gue hanya bercerita kalo gue engga betah di pesantren itu, gue keberatan dengan aturan yang ada, dan gue jujur kalo gue selalu menghitung hari untuk kepulangan saya dari pesantren ini, dan gue sedikit berorasi kepada seluruh siswa bahwa kita harus selalu kompak. dan setelah itu beres deh gue bicara.
setelah berkahir hampir semua nya menangis dan bermaaf-maafan. selesai sudah evaluasi, sangat berbanding terbalik dengan yang gue bayangkan. awalnya gue bayangin di evaluasi ini kita akan di beri hukuman terkahir dan ternyata tidak. DAN, hari terakhir yang gue bilang surga, ternyata adalah neraka. kita semua sebelum pulang di suruh bersihin semua are pesantren.
dan kini saya sudah berada di Bandung dengan hati yang sangat lega, dan bisa memfokuskan kembali pikiran saya untuk kegiatan di bandung. thanks Allah!
go boarding school part 3
rasanya itu selalu ingin cepat pulang. pasti ngitung waktu ke depan lagi, berapa hari berapa jam berapa menit berapa detik lagi waktu yang di butuhkan untuk saya dapat pergi dari lingkungan sekolah pesantren ini.
rutinitas jadwal kegiatan nya memang buat bosen itu lagi-itu lagi. ga kebayang aja yang 3 tahun di pesantren itu, gue aja yang 10 hari ga kelar-kelar. ngelanjutin yang part 2, bahwa ada jadwal kegiatan setiap malam akhir sebelum tidur adalah evaluasi. evaluasi ini berisikan komentar para guru untuk mengkritik kegiatan seluruh siswa dalam 1 hari. dan keluhan umum adalah ketelatan. telat mungkin udah jadi makanan pokok istilahnya. pasti ada aja yang telat. dan ujung ujung nya kita di suruh bersihin aula lah, operasi semut, sikat wc dan masih banyak lagi hukuman yang tiap hari nya kita jalanin. tapi menurut gue disitulah kebersamaan kami terjalin. ga hanya kebersamaan tapi juga kekeluargaan, kekompakan bahkan ini lah hal yang bisa di buat bekal cerita sehabis pulang dari pesantren. kesal iya, menurut gue sendiri ini semua bukan udah jadi hukuman tapi udah jadi jadwal kegiatan tambahan di pagi hari. oke ga apa-apa, tapi anehnya selalu di ungkit kesalahan oleh setiap gurunya. sampai pada puncak kekesalan guru, di buat lah peraturan baru yaitu "BILA ADA ANG MELANGGAR, 1 SEKOLAH DI HUKUM". menurut gue sendiri semua siswa dari istiqomah kurang bisa terima peraturan baru nya. kenapa? karena guru nya juga kurang bisa toleransi kalo telat sedikit aja udah di anggap sangat fatal tidak bisa di maklum. oke, ga apa-apa ini adalah sebuah tantangan bagi semua siswa untuk saling mengingatkan teman-teman nya. tapi apa yang terjadi?
teman gue, bikin rencana buruk yang ga bisa di terima oleh para kaum hawa. apa rencananya? "mulai hari esok kita gak usah lagi tepat waktu, melainkan kita telat saja". para cewe ga terima dan langsung nolak dengan keras hingga akhirnya kita semua di perkumpulakan di malam hari di aula. disini kita semua sidang untuk memecahkan rencana buruk yang di buat oleh teman kita. sebelumnya untuk para cowo mungkin bisa mengikuti karena 1 hari sebelum rencana tersebut muncul kita sudah melakukannya duluan yaitu telat bersama dan akhirnya di hukum lagi.
next, dalam sidang ada yang nangis, ada yang gak tau apa-apa, ada yang marah, kesal banyaklah. tapi disini muncullah kedewasaan dari setiap siswa. mereka berbicara jujur dan seadanya. tapi sayangnya di situ gue ga ngomong apa-apa karena gue ketinggalan informasi dan ga tau hal awalnya kaya apa. jadi gue cuman bosa meng-iya kan semua fakta. setelah semua nya ngomong dan guru pun ikut campur berakhirnya sidang tersebut di akhiri oleh wanita baik guru kimia bahwa kita semua boleh kompak tapi pada hal yang positif. setelah itu kita bermaafan dan pergi tidur. well itu udah pertengahan hari. tapi tetep harus ngitung waktu berapa lama lagi saya berada di kawasan pesantren ini..
rutinitas jadwal kegiatan nya memang buat bosen itu lagi-itu lagi. ga kebayang aja yang 3 tahun di pesantren itu, gue aja yang 10 hari ga kelar-kelar. ngelanjutin yang part 2, bahwa ada jadwal kegiatan setiap malam akhir sebelum tidur adalah evaluasi. evaluasi ini berisikan komentar para guru untuk mengkritik kegiatan seluruh siswa dalam 1 hari. dan keluhan umum adalah ketelatan. telat mungkin udah jadi makanan pokok istilahnya. pasti ada aja yang telat. dan ujung ujung nya kita di suruh bersihin aula lah, operasi semut, sikat wc dan masih banyak lagi hukuman yang tiap hari nya kita jalanin. tapi menurut gue disitulah kebersamaan kami terjalin. ga hanya kebersamaan tapi juga kekeluargaan, kekompakan bahkan ini lah hal yang bisa di buat bekal cerita sehabis pulang dari pesantren. kesal iya, menurut gue sendiri ini semua bukan udah jadi hukuman tapi udah jadi jadwal kegiatan tambahan di pagi hari. oke ga apa-apa, tapi anehnya selalu di ungkit kesalahan oleh setiap gurunya. sampai pada puncak kekesalan guru, di buat lah peraturan baru yaitu "BILA ADA ANG MELANGGAR, 1 SEKOLAH DI HUKUM". menurut gue sendiri semua siswa dari istiqomah kurang bisa terima peraturan baru nya. kenapa? karena guru nya juga kurang bisa toleransi kalo telat sedikit aja udah di anggap sangat fatal tidak bisa di maklum. oke, ga apa-apa ini adalah sebuah tantangan bagi semua siswa untuk saling mengingatkan teman-teman nya. tapi apa yang terjadi?
teman gue, bikin rencana buruk yang ga bisa di terima oleh para kaum hawa. apa rencananya? "mulai hari esok kita gak usah lagi tepat waktu, melainkan kita telat saja". para cewe ga terima dan langsung nolak dengan keras hingga akhirnya kita semua di perkumpulakan di malam hari di aula. disini kita semua sidang untuk memecahkan rencana buruk yang di buat oleh teman kita. sebelumnya untuk para cowo mungkin bisa mengikuti karena 1 hari sebelum rencana tersebut muncul kita sudah melakukannya duluan yaitu telat bersama dan akhirnya di hukum lagi.
next, dalam sidang ada yang nangis, ada yang gak tau apa-apa, ada yang marah, kesal banyaklah. tapi disini muncullah kedewasaan dari setiap siswa. mereka berbicara jujur dan seadanya. tapi sayangnya di situ gue ga ngomong apa-apa karena gue ketinggalan informasi dan ga tau hal awalnya kaya apa. jadi gue cuman bosa meng-iya kan semua fakta. setelah semua nya ngomong dan guru pun ikut campur berakhirnya sidang tersebut di akhiri oleh wanita baik guru kimia bahwa kita semua boleh kompak tapi pada hal yang positif. setelah itu kita bermaafan dan pergi tidur. well itu udah pertengahan hari. tapi tetep harus ngitung waktu berapa lama lagi saya berada di kawasan pesantren ini..
Langganan:
Postingan (Atom)



/> " />" />"/>
