Hari lebaran pasti semua umat muslim keliling Silaturahmi. Nah, kalo gua sih lebih suka bilangnya 'Lebaran Tour'. Jadi kita sekeluarga keliling ke sanak saudara untuk silaturahmi juga maaf-maafan. Nah, lebaran kali ini yang rencananya mau lebaran di papa, ga jadi lagi, karena ada rencana hari lebaran ke 3 mau liburan ke pantai Pangandaran. So, hari pertama kita pergi ke rumah nenek buat ngumpul dan maaf-maafan. Selesai itu gua pergi ke Lembang perjalana lembang ini bukan main, macetnya minta ampun. Yang tadinya nau ke floating market tapi gajadi karena kejebak macet dan baru nyampe lembang malam hari. Alhasil kita cuman makan tahu aja di tahu susu lembang, setelah itu kita pulang.
Nah, kalau liat kebelakang, bulan puasa kali ini gua gak bisa banyak ketemu atau bersilaturahmi sama rekan-rekan dulu. Jadi gua gak banyak lebaran tour, karena gua banyak cancel-in undangan dari mereka.
Nah, selesai lebang ke-esok-esokan harinya gua dan keluarga pergi ke pangandaran beach. Disana kita liburan sebentar buat melepas rasa lelah kakak-kakak gua yabg tiap hari kerja. Kasian juga. Salahnya, yang tadinya mau melepas stress, stress nya malah nambah karena kita kejebak macet. Yang normalnya perjalanan 7 jam, kita malah satu haru baru sampai pangandaran. Alhasil nyampe pangandaran kita makah 'jetlag'.
Di pangandaran gua ga bisa lama-lama karena ada janji juga sama papa. Gua sama kakak-kakak gua bekun tour ke keluarga papa. So, cuma 2 hari kita di pangandaran. Pas pulang sama juga, kita kejebak macet walau tidak se macet saat pergi menuju pangandaran. Sampe Bandung juga dini hari, kisaran jam 2 malam. Dan hari itu juga gua harus ke papa.
Setelah mabok perjalanan hilanh, kiya mutusin ke papa di sore hari. Wajah kasur masih belum hilanh, dan kita harus ke papa karena papa udah nungguin. Ini yang paling berat.
Saat pergi ke papa. Kita bertemu macet lagi. Ya, macet saat lebaran itu sudsh seninya. Jadi kita yang baru fresh mesti stress lagi karena macet. Sampenya di papa, kita malah makan diluar. Tapi sast inilah hati gua mulai tergores. Saat makan, papa, teteh, nad, juga ibu tiri gua. Gak tahu kenapa saat itu gua mikir dan 'kena ke hati' bahwa sakit rasanya bisa makan bareng sama orang ini*nunjuk ke ibu tiri*.
Saat makan, gua nahan dada karena sakit menahan tangis. Gak tahu kenapa saat itu gua gak meras senang. Kenapa bisa papa menikah lagi dengan wanita lain setelah perceraian. Kalau gua ada di posisi papa, gua gak akan nikah lagi. Gua hanya mau nguru anak-anak sampai mereka menjadi lebih sukses dari pada saya sendiri.
Setelah selesai makan, kita pulang, gua masih tahan tangis, mungkin kakak-kakak saya mengetahui uni, karena gua rasa mata udah berkaca terus. Dan gua udah sering melihat ke langit menyapa Dia dan meminta kekuatan. Dada ini sangat sakit merasakan keluarga ku sudah hancur dan papa sudah milik orang lain. Beginilah jadi gua yang sekarang. Sanaggat sulit. Di hari yang fitri ini menjadi kesan buruk karena orang itu. Apa gua masih belum bisa terima dengan keadaan perceraian ini? Apa sebab nya mereka berpisah?
Rabu, 06 Agustus 2014
Bad Lebaran Tour
Sabtu, 26 Juli 2014
Seafood is kill me
Makanan laut yang paling enak menurut gua cuman ada 2, Kepting sama Kerang. Kalau ikan enak, tapi sayangnya gua ga bisa makan ikan. Ikan itu banyak durunya. Nah, kebenaran kemarin hari gua buka puasa diluar. Gua pergi sama Nad, teh Della, juga Mama. Kita baru makan kisaran jam Setengah 8. Sebelumnya kita hanya ta'jilan pake batagor di daerah Jonas photo Banda. Karena ngotot ingin sekali makan di HDL cilaki (salah satu rumah makan seafood di Bandung.) Jadi rela nunggu, Dan sambil menunggu kita belanja lebaranan di Factory outlet sekitar banda.
Sampe jam 7an, kita meluncur nih ke HDL, Dan disana masih penuh. Satu hal yang mungkin belum tahu tentang fakta HDL adalah ketika bulan puasa kloter makan pertama adalah dari Jam 5an Dan makanan datang diperkirakan setelah adzan magrib, bukan saat adzan magrib. Dan kloter keduanya adalah kisaran Jam 8 (kurang atau lebih). Jadi gini maksudnya, kalau memang ngotot ingin buka di HDL dan saat reservasi sebelum adzan magrib sudah penuh, otomatis ada Kursi kosong lagi jam 8.
So, setelah saya dan 3 wanita ini sampai pada HDL, Dan mendapatkan meja, kita pesan makanan kepiting asam manis, udang saus Tiram, capcay, ikan kerapu bakar, kelapa muda, teh tawar. Spesialnya adalah kita harus menunggu kurang dari 2 jam untuk makanan yang kita pesan sampai kemeja. Alhasil Jam sembilan makanan baru datang.
Satu hal tentang diri saya adalah gua ga bisa makan udang. Udang adalah makanan yang harus saya hindari dari mulut apapun bentuk udangnya. Sebab gua alergi. Nah, seafood yang aman hanyalah ikan dan kerang untuk Badan gua. Kepiting, cumi, dan seafood sisanya harus pilih-pilih.
Jadi, kepiting HDL adalah kepiting pilihan yang tidak bisa gua makan tapi malah gua makan. Akibatnya alergi gua kambuh.
Sebenarnya alergi sudah kerasa dari setelah suapan pertama kepiting. Dada gua sudah mulai ada tanda tanda sesak, dan bibir yang mulai berasa aneh. Tapi semua hal itu gua tahan karena ga mau merusak suasana makan berhawa kelaparan orang disekitar gua. Gua tahan dengan minum air kelapa setiap suapan kepiting. Tapi hanya berpengaruh kecil.
Setelah kepiting asam Manis itu habis gua sebenarnya mulai capek dengan menahan dada gua yang terus sesak, mungkin mulut gua bisa berpura-pura dengan mengatakan "aku baik-baik saja". Tapi teteh yang duduk disebelah gua mungkin bisa membaca ekspresi wajah gua dengan terus menanyakan "kenapa?" Sambil memasang wajah cemas.
Beresnya makan di HDL, kita langsung pulang karena waktu Sudah makin larut, kalau dilanjut, kita bakal ga sahur nanti subuh. Nah saat dimobil, ini moment yang paling berat. Gua berubah menjadi monster. Dimobil mata udah mulai berat, tapi gua terus tahan. Pas didaerah samsat, gua udah ga bisa Nahan berat mata ini, hasilnya mata gua membesar. Dan gua mengeluh pada Nad. "Nad, mata ari membesar" tapi dia terus bilang "itu ngantuk". Setiap gua ngeluh terus di jawab sama.
Sampenya dirumah, barulah mereka meng'iyah' kan kalau gua alergi. Sebenarnya gua sangat suka sama seafood, tapi tubuh menolak.
It s a Bad day.
Rabu, 23 Juli 2014
Abstract Twelve
Saya masih kurang yakin dengan adanya beberapa orang yang menerima dirinya sepenuhnya, maksudnya mereka gak pernah berfikir seperti pernyataan "kenapa saya seperti ini". Apakah boleh saya bilang bahwa pasti kamu pernah tidak menerima dirimu seperti Sekarang ini atau kemarin hari. Namanya manusia pasti ingin sempurna tapi tidak akan mungkin sempurna, tapi untuk saya, sempurna itu harus.
Nah, pengantar kicauan gua tadi udah jelas gua mau bahas apa. Jujur, gua sering bertanya sendiri kenapa mesti gini. Itu adalah rasa tidak bersyukur gua atas apa yang sudah saya dapat. Gua sekarang udah tau tentang diri gua sendiri. Introvert. Ya, itulah gua. Gua yang bisa dibilang kuper, karena gua gak jago berbicara dengan stranger, juga susah untuk akrab sama orang. Tapi gua sangat nyaman sama orang yang udah kenal lama sama gua. Gak cuman itu, gua bisa berubah menjadi "bisu" ketika dengan banyak orang. Juga sangat gak nyaman dengan suasana banyak manusia yang belum tau gua itu seperti apa. Gua lebih suka jalan-jalan sendiri ketempat ramai tapi mereka gak kenal saya. Better than that.
Suara dan gaya bicara dipengaruhi wanita. Banyak yang bilang suara gua lebih mirip wanita kalau didenger Dari telpon, juga intonasi lebih mirip cewek kalo lagi ngomong sama pacarnya. Sucks!!!
Sebenarnya banyak hal yang masih saya pertanyakan, tapi gua gak mau terlaku buka kartu dalan 1 postingan. Apakah hal seperti tadi itu normal?



/> " />" />"/>
